Bunyi sirine ambulans terdengar di sebuah pelataran rumah.
Suara riuhnya tak berhenti, bahkan hingga saklar lampu kamar padam.
Perlahan suara sirine hilang berganti dengan pekik tangis, diantara riuh kata-kata para pembincang.
Pelataran rumah mulai sepi, bangku-bangku tamu sudah dirapihkan.
Tanah terlihat masih basah oleh sisa hujan tangis.
Namun, sebuah kata-kata masih tak pernah usai.
Perbincangan-perbincangan seakan masih terasa begitu hangat.
Kata tak pernah lebur oleh waktu.
Karena sebuah kata akhirnya akan sendiri dalam sunyi dibatas waktu.(*)
Tidak ada komentar