Grafis foto Galuh Malpiana/Koleksi pribadi
JUJUR saja, kapan terakhir kali kamu baca berita dan merasa benar-benar tercerahkan, bukan malah makin pusing atau kesal? Di zaman sekarang, kita dibombardir informasi setiap detik. Buka media sosial sedikit, isinya berita breaking news semua. Sayangnya, banyak berita yang cuma kejar tayang dan menyentuh permukaan saja. Kita kenyang info, tapi lapar makna.
Di sinilah dunia jurnalisme butuh yang namanya “cara kembang berpikir” alias growth mindset. Maksudnya, jurnalisme itu harus fleksibel, mau terus belajar, dan gak kaku. Tujuannya satu: biar gak cuma bagi-bagi info mentah, tapi juga bisa ngasih “hikmah” atau pelajaran penting di balik sebuah peristiwa.
Kalau dipikir-pikir, kenapa sih cara berpikir yang terus berkembang ini penting banget buat dunia pers sekarang?
Ada beberapa alasan kenapa pola pikir ini bisa jadi penyelamat kualitas berita kita:
Ngomongin soal “hikmah” di dalam berita bukan berarti jurnalisme berubah jadi ruang khotbah atau ceramah agama, ya. Hikmah di sini artinya jurnalisme yang solutif.
Contoh gampangnya begini: waktu ada berita bencana atau krisis ekonomi, media yang cuma cari views biasanya bakal fokus mengeksploitasi kesedihan atau kepanikan biar viral. Tapi, media yang punya cara kembang berpikir bakal beda. Mereka bakal bahas kenapa sistem mitigasinya gagal, gimana cara bantu korban, dan apa yang bisa kita pelajari agar kejadian serupa gak terulang lagi. Beritanya jadi bikin kita pintar, bukan bikin kita cemas.
Memang gak mudah menerapkan ini sekarang. Jurnalis zaman sekarang dikejar oleh algoritma, jumlah clicks, dan kecepatan. Tapi kalau media terus-terusan menyajikan berita instan yang gak ada isinya, lama-lama publik bakal bosan dan gak percaya lagi sama media arus utama.
Yuk, saatnya ruang redaksi kita mulai berbenah. Kita butuh jurnalis yang gak cuma kerja demi ngejar deadline, tapi juga peduli sama dampak tulisan mereka ke pembaca. Mengembangkan cara berpikir dan selalu mencari pelajaran berharga dari setiap peristiwa adalah jalan ninja agar jurnalisme kita tetap keren, relevan, dan dihargai.(*)
Tidak ada komentar